Posted in Uncategorized

Berbagi itu kebaikan saja!

Aku pernah menjadi guru. Artinya aku pernah memilih hal-hal yang baik untuk aku tawarkan kepada semua siswa yang aku hadapi di kelas. Meski mereka jauh di bawahku dalam masalah umur dan pengalaman, aku tak menganggap mereka tidak bisa mengerti apakah kebaikan atau keburukan yang aku bawa dan presentasikan di kelas. Mereka sangat peka. Mereka, aku yakini sepanjang hidupku, tidak pernah diciptakan sebagai anak-anak bodoh. Tidak ada anak yang bodoh!

Jaman sudah berubah. Aku tak bisa lagi berada di sekolah. Aku tak boleh lagi mengajar di kelas. Ada tangan-tangan yang sudah usil dan tidak merelakan aku berkarya. Aku sudah kehilangan identitas diri sebagai guru. Dua tahun sudah. Pengalaman yang sangat tidak menyenangkan.

Apa saja. Aku hanya tetap berpikir bagaimana caranya untuk tetap berbuat baik saja. Karena aku berkemampuan dan sangat menyukai hal-hal yang terkait bahasa dan bagaimana caranya berbagi kebaikan dalam dunia belajar dan mengajar bahasa, maka yang aku pilih untuk terus ‘beramal’ baik adalah membaca dan menulis.

Author:

Secangkir Kopi adalah awal cerita duka seorang guru. Mengapa harus minum kopi hitam? Ibroh hidupmu adalah bagaimana kamu bangkit dari kematian panjang,