Posted in Uncategorized

Mengembangkan Hidup Positif

Aku memang tengah terdampar di sebuah pulau kehidupan baru, yang sepertinya tidak akan pernah sama dengan kehidupan yang dulu. Inilah kenyataan. Aku tidak pernah sekalipun membayangkan bahwa ada proses hidup yang mematikan rasa.

Sedikitnya ada peringatan di surat Al-A’raf ayat 14: “Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu. Apabila tekah datang waktunya mereka tidak akan dapat mengundurkannya barang sedikit pun dan tidak pula dapat memajukannya.” Garis nasib memberikan suatu perubahan yang tidak pernah aku sangka-sangka. Aku tidak bisa memahaminya. Tetapi aku harus tetap menjalaninya.

Aku membicarakan tentang perubahan status kerja. Memang ada perbaikan dari apa saja yang aku alami selama dua tahun terakhir. Tetapi aku masih harus beradaptasi. Pengalaman sebagai guru, dengan segala aktivitasnya, dan sekarang aku harus masuk ke kantor tetek bengek yang membosankan sungguh membuat stress. Aku tidak mau lagi mengulangi stress-stress yang dulu. Aku harus aktif mengembangkan diri agar tidak aus dan menjadi usang karena tidak mau berubah. Aku mau berhenti menyalahkan mereka yang ada di luar diriku. Aku mau memanfaatkan waktu ini untuk bersikap positif.

Author:

Secangkir Kopi adalah awal cerita duka seorang guru. Mengapa harus minum kopi hitam? Ibroh hidupmu adalah bagaimana kamu bangkit dari kematian panjang,