Posted in Uncategorized

Ups, Salah!

Sebenarnya aku tak mau menceritakannya. Urusan ini bisa diselesaikan antara sesama laki-laki saja. Faktanya bicara lain. Kamu dan teman-temanmu sudah sangat memaksa. Kalau bukan karena keluarga dan tangan-tangan lainnya, aku pasti memilih gila.

Di sekolah, aku tahu persis siapa kawan dan siapa lawan. Ada juga yang abu-abu. Dari guru satu dan guru lainnya aku sering bertegur sapa. Aku mencoba mengenali sifat dan karakter pembawaannya pada saat kita berkata-kata dalam satu bahasa. Tidak ada yang salah dalam hubunganku dengan hampir semua guru di sekolah sana.

Kemudian datanglah kepala sekolah baru. Adaptasi dan pengenalan warga sekolah luar biasa. Disusul juga hadirnya seorang kepala tata-usaha yang baru. Ini luar biasa saja. Warga sekolah melihat keduanya sebagai orang baru yang sama-sama membawa luka. Banyak cerita yang memiliki kisah-kisah tragis yang berujung nestapa. Mereka berdua adalah pasangan durjana. Dua sekawan yang berposisi menakutkan.

Guru adalah bawahan. Karyawan sekolah juga harus diingatkan statusnya. Peringatan, semuanya layak dikorbankan. Hebatnya, ini kenyataan yang masuk pada bagian kelam sejarah sekolah, “The Untold Stories.” Jangan tanyakan posisiku dulu. Aku ini adalah manusia jadi-jadian. Namun aku selalu berkelebatan ke sana sini dan mendengarkan dengan jelas runut cerita berbagai kejadian di sekolah.

bersambung lain waktu

 

 

Author:

Biarkan langkah bergerak sejalan waktu mengiring.