Posted in opini, perjalanan hidup

Mengapa Terjadi?

Aku siapkan diriku untuk bercerita. Ini memang bukan cerita biasa dan belum tentu ada orang yang percaya. Tetapi, sebagai pelaku aku melihat, mendengar, merasa dan mengalami betapa susahnya jalan cerita ini dirangkai. Tetap saja, aku harus bercerita. Aku harus berani menuliskannya dan biarlah menjadi berita stigma pendidikan. Kalau dibilang lebih baik, itu baiknya di mana?

Saat ini aku sedang duduk di ruang piket, persis di lorong masuk ke lingkungan sekolah. Sejarah hidup berbalik arah bagiku karena suatu kejadian di gerbang inu. Aku yang sudah mengajar di sini selama 17 tahun harus keluar dari sekolah ini dengan akhir cerita yang tidak bisa dibilang baik. Bahkan tidak pernah ada acara pelepasan. Awalnya ada konflik yang terjadi di gerbang ini. Perkelahian saat itu seperti yang bisa dilihat di ring UFC. Sayang tidak ada wasitnya. Pertarungan dimulai serta merta tanpa komando. Aku memang siap. Tetapi dia lebih dahulu menunggu di sana.  Aku didepak jatuh oleh staff sekolah yang kurang ajar. Hanya dengan satu tendangan saja. Habis menendang dia lari ke arah kantor da berteriak, “Asu! Asu!” Ini apa maksudnya?

Memang bukan tanpa sebab clash fisik itu terjadi. Orang ini memang kasar dari sononya barangkali. Dari sekian lama menjadi civitas di sini, dia seperti sengaja dipasang untuk menjadi tangan kanan kepala sekolah. Dia mau pastikan kalau ada orang yang melawan dan menentang kepala sekolah bisa disingkirkan. Lebih parahnya, perselisihan tidak pernah diselesaikan. Drama kehidupan ini berlangsung singkat.

Jelas jatuh mental hamba! Selama sekian lama jadi guru baru kali ini terbukti berkelahi di sekolah. Tidak pernah terlintas di pikiran. Sekolah apaan sih ini? Sungguh bikin malu saja. Aku sudahi dulu babak yang satu ini. Hari itu mungkin naas saja.

Subhanallah.

Author:

Biarkan langkah bergerak sejalan waktu mengiring.